Salah satu kendala dalam budidaya udang faname adalah kematian yang diakubatkan oleh cuaca yang tidak mendukung khususnya di musim hujan. Petambak udang faname harus berhati hati dan ekstra keras untuk mengecek kondisi air yang mana kondisi air suka berubah manakalah hujan turun 3 hari berturut turut dan sinar matahari tertutup awan. Sehingga mengakibatkan perubahan air yang semulah berwarnah hijau berubah menjadi bening atau kekuningan. Inilah masalah yang harus dipahami oleh petambak udang. Arti dari air hijau menunjukkan plangton hidup didalam air ketika aur berubah menjadi bening atau kekuningan artibgnya plankton mulai menipis atau bisa di bilang plangtonya mati. Ini mebgakibatkan oksigen terlarut dalam tambak berkurang sehingga mengakibatkan udang naik kepermukaan dan tidak lama kemungkinan akan mengalami kematian.
Untuk itu sebelum hal tersebut terjadi petambak harus melakukan langkah langkah berikut :
1. Setiap kali turun hujan baik hujan siang maupun malam hari. Pada siang hari diperkirakan jam 11 siang tambak harus di puput urea + sp36 satu timbah cor. Sekedar menghidupkan plankton yang mati. Upayakan kondisi air alalu stabil baik warna maupun ketinggian air.
2. Nyalakan desel untuk di alirkan kedalam tambak untuk air rasi supaya oksigen dalam tambak tercukupi.
3. Tebarkan probiotik boster selmulti atau petrofish dll untuk menguraikan bahan organik yang terdapat dalam tambak
4. Berikan campuran makan dengan campuran vitamin c untuk daya tahan tubuhnya.
5.Jika sudah udang sudah terlanjur ada yang mati buang air tambak sekitar 80% kmudian bersihkan yang mati dari dasar tambak kemudian ganti dengan air yang baru.
Demikian cara mencegah udang mati pada musim hujan yang sangat ekstrim.